logo
Rumah >
Blog
> Blog Perusahaan Tentang Panduan Tegangan Baterai Lifepo4 dan Negara Muatan

Panduan Tegangan Baterai Lifepo4 dan Negara Muatan

2026-01-16

Berita perusahaan terbaru tentang Panduan Tegangan Baterai Lifepo4 dan Negara Muatan

Menentukan secara akurat kapasitas sisa baterai lithium iron phosphate (LiFePO4) tetap menjadi tantangan umum bagi pengguna di berbagai aplikasi—mulai dari kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi surya hingga perkakas listrik sehari-hari. Baterai ini memainkan peran penting dalam solusi energi modern, namun untuk mengoptimalkan kinerja dan umur panjangnya diperlukan pemahaman yang tepat tentang karakteristik voltasenya.

Apa Itu Baterai LiFePO4?

Baterai lithium iron phosphate mewakili kategori khusus teknologi lithium-ion yang menggabungkan ion lithium dengan kimiawi besi fosfat (FePO4). Meskipun memiliki dimensi fisik yang serupa dengan baterai timbal-asam tradisional, sel LiFePO4 memberikan kinerja listrik yang unggul dan peningkatan keselamatan. Baterai ini membedakan dirinya melalui daya pelepasan yang luar biasa, kepadatan energi sedang, stabilitas jangka panjang, dan kemampuan pengisian daya yang cepat—menjadikannya ideal untuk kendaraan listrik, aplikasi kelautan, drone, dan perkakas listrik industri.

Khususnya, umur siklusnya yang diperpanjang (seringkali melebihi 2000-5000 siklus) dan stabilitas termal di bawah kondisi suhu tinggi telah menjadikan LiFePO4 sebagai pilihan utama untuk penyimpanan energi surya dan sistem daya cadangan.

Tabel Referensi Tegangan-ke-State of Charge (SoC) LiFePO4

Tabel berikut memberikan korelasi tegangan terperinci di berbagai keadaan pengisian daya untuk berbagai konfigurasi baterai:

Profil Tegangan Sel LiFePO4 3.2V

State of Charge Tegangan (V)
100% (Mengambang) 3.65
100% (Di Bawah Beban) 3.40
90% 3.35
80% 3.32
70% 3.30
60% 3.27
50% 3.26
40% 3.25
30% 3.22
20% 3.20
10% 3.00
0% 2.50

Sistem 12V (Konfigurasi 4S)

State of Charge Tegangan (V)
100% (Mengambang) 14.60
100% (Di Bawah Beban) 13.60
90% 13.40
80% 13.28
70% 13.20
60% 13.08
50% 13.04
40% 13.00
30% 12.88
20% 12.80
10% 12.00
0% 10.00

Sistem 24V (Konfigurasi 8S)

State of Charge Tegangan (V)
100% (Mengambang) 29.20
100% (Di Bawah Beban) 27.20
90% 26.80
80% 26.56
70% 26.40
60% 26.16
50% 26.08
40% 26.00
30% 25.76
20% 25.60
10% 24.00
0% 20.00

Metodologi Pengisian Daya dan Perawatan Baterai

Menentukan State of Charge

Tiga metode utama ada untuk menilai SoC baterai:

  • Pengukuran Tegangan: Membutuhkan waktu istirahat baterai (4-24 jam) untuk pembacaan yang akurat
  • Penghitungan Coulomb: Melacak aliran arus masuk/keluar baterai (diukur dalam ampere-detik)
  • Pengujian Hidrometer: Mengukur kepadatan elektrolit dalam varian timbal-asam yang tergenang (tidak berlaku untuk LiFePO4)

Parameter Pengisian Daya Optimal

Tegangan Sistem Pengisian Massal Tegangan Mengambang Penyetaraan
3.2V 3.65V 3.375V 3.65V
12V 14.6V 13.5V 14.6V
24V 29.2V 27.0V 29.2V
48V 58.4V 54.0V 58.4V

Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Baterai

Rentang Kapasitas dan Aplikasi

Kapasitas (Ah) Penggunaan Umum
10-20Ah Elektronik portabel, peralatan kecil
50-100Ah Penyimpanan surya, sistem kelautan/RV
150-200Ah+ Penyimpanan energi komersial, aplikasi EV

Pertimbangan Umur Panjang

Lima faktor penting memengaruhi masa pakai LiFePO4:

  1. Perlindungan pengisian daya berlebih/pengosongan berlebih
  2. Frekuensi siklus pengisian/pengosongan
  3. Rentang suhu pengoperasian
  4. Laju pengisian daya (C-rate)
  5. Kedalaman pengosongan (DoD)

Pemantauan tegangan yang tepat dan protokol perawatan dapat memperpanjang masa pakai baterai LiFePO4 hingga lebih dari satu dekade di banyak aplikasi, menjadikannya solusi hemat biaya meskipun investasi awal lebih tinggi dibandingkan dengan teknologi baterai tradisional.